[Suakaonline]- 5000 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dan dibantu mahasiswa dari fakultas lain se-UIN SGD Bandung menulis artikel tentang pendidikan nasional di Auditorium UIN SGD Bandung, Kamis (02/05).
Kegiatan tersebut dalam rangka pemecahan Rekor Muri dengan peserta menulis artikel terbanyak. Setiap peserta yang mengikuti pemecahan rekor ini dibagi kertas satu lembar dan menulis artikel dengan tema yang sama yakni tentang pendidikan nasional.
Ketua Senat Tarbiyah dan Keguruan, Wahyu Saripudin menuturkan, kegitan ini merupakan bentuk nyata di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) guna mengkritisi pendidikan nasional sekarang.
“Jadi hari ini kita tidak perlu demonstrasi lagi, demonstrasi dengan gaya yang baru, menulis artikel tentang pendidikan secara serempak yang akan dicatat oleh museum rekor Indonesia,“ tutur Mahasiswa Kependidikan Islam semester 6 saat di temui Suaka di sela-sela acara.
Wahyu berharap dengan pemecahan rekor muri ini, pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan kebudayaan bisa membaca dan menanggapi aspirasi yang kami tulis lewat tulisan.
“Harapannya kita mempunyai gaya baru mengkritisi satu rezim atau satu pemerintahan, dengan tidak harus turun kejalan melainkan dengan menggunakan tulisan. Kalau hanya satu orang yang menullis mungkin tidak akan dilihat tapi kalau5000 orang menulis bersama-sama tentang pendidikan lalu dikirim ke kemendikbud, saya yakin itu akan dilihat,“ kata Wahyu.